1 place, 3 different times, lots of memories!

Papandayan, tempat yang saya kunjungi rutin tiga tahun terakhir. Gunung dengan ketinggian 2665 mdpl yang berada di daerah Garut Jawa Barat. Kata banyak orang, gunung ini cocok untuk pendaki pemula. Karena alasan itu pula pertama kali akan naik gunung, Papandayan direkomendasikan diurutan pertama oleh teman. Akhirnya pengalaman pertama naik gunung saya ada disana.

Di tahun berikutnya saya kembali ke Papandayan, beberapa teman sempat melontarkan pertanyaan yang sama pada saya “Kok Papandayan lagi??”. Pertanyaan yang sama juga muncul pada kali ketiga April 2015 lalu sebelum saya kembali kesana.

2013

Setiap kali kesana tiga tahun berturut-turut, banyak sekali perbedaan suasana. Tahun 2013 saat pertama kali kesana, kita harus dorong-dorong mobil bak terbuka yang ngangkut kita dini hari lantaran jalannya rusak parah sehingga ban mobil slip nyangkut. Trek pendakian juga sepi, bahkan kita sempat salah jalur susurin trek curam. Belakangan diketahui ternyata jalur tersebut jalur potong yang rawan longsor. Pantesan cepat sampai dari waktu perkiraan, Alhamdulillah nggak kenapa-napa.

2014

Di tahun kedua, ternyata di camp diatas (pondok salada) sudah berjejer 3 toilet umum baru, plus beberapa deretan pipa yang nggak henti mengalirkan air. Bisa ambil air kayak didispenser rumah, Cuma nggak ada hot tombolnya, hanya cool sob!.

2015

Di tahun ini, perubahan lebih banyak terjadi. Mulai dari jalan menuju camp david tempat awal trekking yang sudah diaspal (tapi tetep membuat bokong lompat-lompat di bak mobil) sampai bangunan warung-warung di camp david yang sudah gosong dibakar yang diganti dengan keberadaan deretan warung sebelum pintu masuk dulu. Karena sudah diaspalnya jalan menuju camp david, banyak motor dan bahkan mobil pribadi yang bisa masuk.

Di trek pendakian, sudah lebih banyak papan informasi (syukurlah biar nggak ada lagi yang salah trek macam saya dkk). Jalur trekking pun sepertinya nggak putus jauh sama orang-orang yang mau naik dan turun, kalau bingung harus kemana tinggal ngikutin orang didepan aja hehe). Tapi yang bikin elus-elus dada adalah kalau mau buang air kecil atau aktivitas buang-buang yang lain di toilet pondok salada, ngantrinya macam uler tangga, puanjang dan bisa sampai 2 jam. Soal makanan, jika kehabisan, kini warung-warung juga banyak tersebar di pondok salada. Menariknya, kalau tahun pertama kesana saya cuma lihat 1 anak usia sekitar 6 tahun yang dibawa ibunya naik, tahun ini saya melihat 2 balita (< 2 tahun) yang masih digendong, belum lagi banyak anak usia 6-10 tahun yang lincah naik turun jalur, awesome!.

Same place, different time

Tiga kali ‘mencuci paru-paru’ , tiga kali menikmati alam ciptaan-Nya , berjalan bersama teman-teman tim yang berbeda, semuanya ditempat yang sama dengan waktu yang berbeda adalah menyenangkan! Meskipun banyak perbedaan seperti yang saya ceritakan sebelumnya, memori masing-masing perjalanan istimewa. Selalu ada pelajaran dari masing-masing perjalanan yang bisa dikantongi pulang kerumah. Terimkasih untuk mereka yang mau berjalan bersama saya, menciptakan memori baru yang selalu bisa dikenang. Many thanks to you guys!

papandayan-2013
Papandayan 2013 || Saya, Aghit, Bang Ivan, Ali @tegal alun
papandayan-2014
Papandayan 2014 || Cak ing, Indra, Vira, Saya, Ali, Ikhsan @camp david
papandayan-2015
Papandayan 2015 || Mbak Nadya, Mas Kholil, Mbak Eka, Saya, Mbak Depe, Mbak Afni, Mas Taufik, Mas Hendra, Bagus, Indah, Mas Arief, Firman (foto kiri bawah)

So, ada yang mau kesana lagi sama saya tahun depan (insyaallah)?

 

1 Comment

  1. Indah Siregar

    15 May, 2015 at 7:39 pm

    Daebak..|
    kak lilies ke gunung yang sama 3 kali, berturut-turut lg tahunnya..
    ini ni baru ciri wanita setia..
    tahun depan jgn sama temen lg donk kak, gantian sama suami in syaa Allah 😉

Leave a Reply