Australia (?)

Suatu hari saya diundang untuk menghadiri seminar internasional mengenai pertahanan di Seskoal (sekolah tinggi staf dan komando angkatan laut). Kebetulan senior saya di kampus dulu yang mengundang karena beliau adalah salah satu pembicara di seminar tersebut. Berangkatlah saya dengan beberapa rekan ke lokasi dan bertemu dengan senior saya yang saat itu sedang melanjutkan sekolah di negeri singa putih. Beliau hadir bersama teman kuliahnya, Michael, bule jangkung yang aksen bahasa inggrisnya diawal membuat saya sedikit-sedikit bilang “sorry,,,,pardon me,,,,,can you repeat again for me…” lantaran belum terbiasa mendengar aksennya. Sepanjang acara sampai istirahat makan siang Michael sendirian lantaran senior saya masih bergabung bersama pembicara lainnya, alhasil saya nggak jauh-jauh pergerakannya dari Michael untuk menemani dia yang sendirian (baek banget ye gua).

Saat makan siang, saya dan Michael ngobrol ringan sambil ngantri ambil makan, untungnya walau sekedar yes-no yes-no saya masih bisa (hehe). Lalu tiba-tiba bapak berseragam yang mengantri tepat dibelakang saya memanggil saya “mbak mbak, itu bule darimana mbak?” tanya si Bapak setelah saya menoleh, terlihat 2-3 orang bapak lain dibelakang si bapak menatap saya seakan mengajukan pertanyaan yang sama. “dari Australia pak” jawab saya santai tersenyum. “oooh…” jawaban saya dibalas dengan oh ringan kompak bapak-bapak lain dibelakang si bapak yang bertanya. Michael yang tak mengerti obrolan kami cuma senyum sopan.

—————

Beberapa hari setelah acara, senior saya dan Michael datang ke kampus, kebetulan saya juga dikampus. Tidak seperti pertemuan sebelumnya dimana Michael lebih banyak cerita mengenai topik tugas akhirnya, kali ini kita bertiga banyak ngobrol santai ngalor ngidul.

Sampai dengan akhirnya saya sadar, Michael bukan dari Australia melainkan Austria.

“So, AUSTRALIA or AUSTRIA, Michael?”

“AUSTRIA”

Saya Cuma nyengir dan say sorry karena salah dengar. Walaupun nggak nyesel-nyesel amet. Toh bukan bahasa ibu saya (hehe), terlebih aksen bule-nya yang memang butuh kesensitifan pendengaran tingkat tinggi.

Duh, bapak-bapak di Seskoal, maafkan saya salah menginfokan (huhu)

Leave a Reply