Cargo (2017) : Film Zombie yang “beda”

Biasanya kalau nonton film zombie tuh bawaannya kan ya tegang, takut-takut gitu karena banyak kejutan sepanjang film. Atau geregetan lihat action aktor utama melawan zombie. Nah, beda nih sama film zombie yang saya tonton kali ini.


Cargo ini malah cukup membuat saya banyakan sedih di beberapa bagian filmnya. Sedihnya salah satunya karena ga tega melihat anak bayi lucu yang ada dalam cerita.

Film ini bercerita tentang suatu wilayah yang sedang terkena wabah zombie. Salah satu keluarga yang pergi menyelamatkan diri dan mencari tempat yang lebih aman adalah keluarga Andy. Andy, istri dan putrinya yang masih bayi hidup di kapal yang menelusuri sungai. Hingga pada akhirnya mereka harus ke darat yang entah aman atau tidaknya untuk menyelamatkan istrinya yang terluka karena zombie. Karena dalam hitungan jam istrinya bisa berubah menjadi zombie.

 
Singkat cerita istrinya tak berhasil diselamatkan dan Andy pun dilukai istrinya yang sudah menjadi zombie. Artinya dalam hitungan sekitar 48 jam, Andy akan berubah menjadi zombie. Disini nih serunya, eh seru-seru sedih sih, karena Andy harus menyelamatkan anaknya yang masih bayi. Dia harus bertahan sampai dengan menemukan orang yang tepat yang bisa mengasuh anaknya ketika ia menjadi zombie. 


Di perjalanan dia akhirnya bertemu partner, gadis kecil yang kehilangan sosok Ayah karena Ayahnya menjadi zombie. Di film ini kita ga dapat jawaban detail mengapa ada virus zombie seperti film zombie lainnya. Bonding antara Andy, gadis kecil, dan bayi bernama Rosie (yang imut dan gemesin) lebih ditonjolkan di film ini. Kisah bagaimana sosok aktor utama kehilangan mulai dari kehilangan istrinya sampai akan kehilangan dirinya sendiri begitu terasa.


Ada  juga karakter antagonis di film ini yang bukan zombie, yang mengambil keuntungan disaat kondisi lingkungan dipenuhi virus zombie. Pertemuan Andy dan karakter ini juga seru nih.


Last, pokoknya film ini bikin saya sedih. Inget anak langsung begitu lihat si bayi lucu anaknya Andy. Sampai-sampai saat nonton berdua sama suami saya pakai nanya “bi, kalau itu umi bi yg jadi istri zombienya, Umar dibawa jauh dari Umi ya bi biar aman” Atau “bi, bayinya lucu bi…yuk kita aja yang rawat yuk…” obrolan gitu-gitu deh yang sampai keluar karena ketidaktegaaan dengan Rosie, bayi dicerita.

Film ini jadi agak beda dengan film zombie lainnya. Meski agak slow tapi cukup fresh karena ya itu tadi “beda” dari film zombie kebanyakan. 

Leave a Reply