Habiskan saja gajimu!

“Habiskan saja gajimu!”

Apa yang terlintas dalam pikiran anda jika seseorang menyerukan demikian?

gile aje diabisin, kapan nabungnya gua!“. Apakah respon anda demikian?Jika yess, mungkin anda perlu tarik napas dalam-dalam dan duduk manis di teras rumah sambil minum kopi 😀

Kalimat seruan diatas adalah judul buku yang saya beli pada bulan Juni 2013. Judul buku ini langusng menarik perhatian saya. Tanpa melihat reviewnya dulu via mesin pencari google, saya putuskan membawa pulang kerumah buku ini. Ada dua hal dalam buku ini yang saya ingat sampai dengan sekarang. Dua langkah menarik yang mungkin perlu diketahui orang-orang yang ingin mengatur keuangannya dengan baik. Berikut 2 urutan langkah mengenai keuangan yang coba disampaikan penulis dalam buku ini :

1. Pay your God first

Setiap kali memperoleh gaji/penghasilan, ambil sebagian penghasilan tersebut untuk membayar kewajiban kita. Misalnya jika kita punya utan, maka bayarkan cicilan hutang tersebut. Jika punya tagihan listrik, telpon atau biaya sekolah anak, segera bayarkan. Lalu sebagian lagi kita ambil untuk disedekahkan atau amal ibadah lain yang diperuntukkan semata mendapat ridha Tuhan semesta alam.

2. Saving then shopping

Apabila kewajiban-kewajiban tersebut sudha dibayarkan, maka ambil sebagian lagi dari penghasilan untuk ditabung. Entah itu tabungan untuk naik haji, tabungan darurat, tabungan masa depan anak sekolah, tabungan untuk jalan-jalan dan tabungan dalam bentuk lain yang sengaja dialokasikan untuk tujuan tertentu. Setelah menabung (saving) kita laksanakan, maka sisa penghasilan yang ada tersebutlah yang kita gunakan untuk biaya hidup kita sehari-hari (shopping).

Di buku ini dijelaskan, biaya hidup memang penting, namun seringkali biaya hidup nggak hanya mengandung komponen kebutuhan saja melainkan juga keinginan. Dua hal ini yang terkadang sulit kita bedakan yang pada akhirnya membuat biaya hidup yang harusnya bisa diatur sesuai ‘sisa penghasilan’ kita tadi menjadi menyulitkan kita.

Penulis banyak mengambil contoh perumpamanan hidup sehari-hari yang mudah dicerna dalam menyampaikan ide-idenya. Lebih lengkapnya mengenai isi buku, silahkan temukan di toko buku kesayangan anda! (nyontek iklan tetangga *dikeplak*).

Keterangan lain mengenai buku

Judul : Habiskan saja gajimu!

Penulis : Ahmad Gozali

Penerbit : TransMedia Pustaka, 2013

Jumlah halaman : 174 halaman

dokumentasi pribadi (kasian udah lecek-lecek bukunya =_= )
dokumentasi pribadi
(kasian udah lecek-lecek bukunya =_= )

Menyisakan gaji adalah cara mengatur keuangan yang menyakitkan dan tidak efektif. Menghabiskannya akan lebih efektif dna tentunya menyenangkan -Habiskan saja gajimu!-

Leave a Reply