Helm

Sore tadi saya dan suami berencana cuci mobil dan motor mertua di doorsmeer (tempat pencucian mobil) langganan yang nggak jauh dari rumah. Suami bawa motor keluar rumah diikuti saya bawa mobil di belakangnya. Baru setengah jalan, saya baru sadar ternyata suami nggak pakai helm. Sedangkan setahu saya, selain ke mesjid dekat rumah , suami selalu menggunakan helm meski lokasi tujuan dekat.
Sesampainya di doorsmeer dan duduk bareng menunggu mobil dan motor dicuci, mulut saya gatel pengen komentar langsung soal helm ke suami. Yang semula mau gaya protes “kok ga pake helm” nggak jadi saya sampaikan. Tahan-tahan sambil cari kata yang pas supaya suami nggak kepancing emosinya dan saya pun nggak kebawa emosi.
“Tadi kamu nggak pake helm ya sayang…” ucap saya akhirnya membuka percakapan terkait helm.
“Iya sayang,tadi kok lupa ya…” jawab suami sambil ekspresi heran
“Biasanya kalo kesini pake helm kan?” Tanya saya mengkonfirmasi dengan maksud mengingatkannya supaya kedepannya lebih berhati-hati.
Akhirnya saya minta maaf karena baru sadar ditengah jalan dan nggak mengingatkan. Sama halnya dengan suami, mengaku kalo lupa dan minta maaf. Kami sama-sama sadar dan sepakat soal penggunaan helm demi keselamatan. Nggak peduli jauh ataupun dekat, aspalnya tetap sama-sama keras.
#hari17
#gamelevel1
#tantangan10hari
#KomunikasiProduktif
#KuliahBunsayIIP

Leave a Reply