Jurnal 3 : Menemukan Keluarga Uluwatu

Keluarga Uluwatu? Keluarga apa itu?

Bali?bukan-bukan… sebentar-sebentar…


Saya akan cerita dari awal ya menjawab apa itu keluarga Uluwatu 🙂


Jurnal ketiga di kelas Ulat-Ulat Bunda Cekatan kali ini menugaskan kami peserta untuk menemukan keluarga yang “makanannya” sama. Makanan (materi) yang saya pilih yang paling mendesak dan penting adalah “Manajemen Waktu”. Sebenarnya tergoda dengan manajemen hati/emosi yang juga ada dalam peta belajar saya. Tapi pesan Bu Septi adalah pilih satu yang menurut kita paling penting. Menurut saya manajemen waktu adalah yang paling penting dan mendesak. Yang juga akan memengaruhi manajemen hati saya. Hayoo cung yang suka bete kalo manajemen waktunya berantakan? (Nyari temen)


Long story short, setelah menemukan keluarga di regional kami bergabung di tingkat nasional. Tepatnya di grup telegram “Keluarga Manajemen Waktu” yang kemudian setelah voting diberi nama unik “Keluarga Uluwatu”. Keluarga Uluwatu punya Kepala Keluarga Mba Nur Laila dari IP SamKabar. Sejauh saya manjatin grup telegram (ehem saya suka manjat gegara ga hadir realtime saat diskusi), Mba Laila alias Mama KeKe (panggilan sayang dari keluarga Uluwatu), orangnya asik banget dan ngemong banget. Enak banget jalannya diskusi grup sejauh ini. Padahal ada 474 member di dalam grup. Tapi setiap yang punya pandangan atau pendapat atau mau sharing ilmu tertampung dengan baik disana. Ohya, saya termasuk silent reader sih. Lantaran hobi manjat di luar waktu diskusi dan memang masih merasa belum berpengalaman untuk sharing manajemen waktu. 


Di awal diskusi sudah dijadwalkan apa saja yang akan didiskusikan selama di grup keluarga Uluwatu. Pertama sekali kami diskusi soal strong why dan skala prioritas. Banyak yang urun pendapat di sesi ini. 

Voila, di bank data Uluwatu sudah ada resume yang dibuat salah satu member dalam bentuk infografis seperti ini. aah, feeling lucky banget deh di grup ini. Bank Data menyelamatkanku.


Setelah belajar strong why dan skala prioritas, kami membahas metode manajemen waktu yang ternyata banyak juga ya. Ada pomodoro (awas kepeleset jadi Podomoro😁), Bullet Jurnal (BuJo), to-do list, heat map, aplikasi gadget dan kandang waktu (cut off time). Setelah menyimak materi, sepertinya BuJo, to-do list dan cut off time pernah secara mix saya gunakan. Cuma ga nyadar aja istilahnya itu hehe…


Sementara ini yang sering saya gunakan adalah to-do list dan kandang waktu. Tertarik juga untuk mencoba yang lain atau mengkombinasikannya. Dan setelah menyimak diskusi, mengkombinasikan ga jadi masalah dan mungkin untuk dilakukan.


Diskusi yang belum dilakukan dan akan jadi makanan selanjutnya di keluarga Uluwatu adalah sharing praktek manajemen waktu ibu bekerja ranah publik,domestik dan manajemen waktu produktif di malam hari serta manajemen waktu tidur berkualitas. Hmmm, sedap nih makanan selanjutnya. 


Terakhir juga akan dibahas manajemen waktu ala Rasulullah. Penutup yang akan sangat melengkapi insyaallah. Sesuai juga dengan rincian makanan dari manajemen waktu di peta belajar saya. 
Ohya, setiap keluarga diharuskan sharing live di Facebook grup kelas besar. Dan keluarga kami diwakili Mba Lely. Minggu sebelumnya saya juga sempat mencicipi potluck yang disediakan beliau dan setuju kalau beliau orang yang tepat untuk sharing di kelas besar. Smangaat mbaa😍
Terakhir saya bersyukur ada di keluarga Uluwatu. Mama keKe dan tim santan mengayomi dan memfasilitasi kami untuk belajar. Terutama untuk siswa kayak saya yang cenderung jadi pemanjat grup. Disediakan Bank Data kumpulan Resume tiap subtopik yang membuat hidup jadi lebih mudah…tsaaah…Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah Semoga Allah membalas kebaikan para ibu yang senang berbagi dan melayani di keluarga Uluwatu ini😍

Leave a Reply