Jurnal 4 : Memetik “apel-apel” di kebun keluarga Uluwatu

Minggu ini saatnya fokus untuk memetik apel materi) ranum dan memasukkan ke keranjang. Tergoda banget untuk mencicipi apel lain dari kebun tetangga. Meskipun ada beberapa materi di peta belajar saya. Kali ini saya memilih untuk stay di keluarga Uluwatu (Manajemen Waktu). Hanya saja saya masuk ke cabang kebun apell milik keluarga UluwatuYang lebih kecil seperti grup manajemen waktu dalam islam , bullet jurnal, dan manajemen waktu ibu ranah domestik. Tertarik sekali belajar dan praktek metode manajemen waktu pomodoro sih. Karena saya juga secara ga sadar mempraktekkan ini meski waktunya ga 25menit kerja 5 menit break. 
Diantara kebun-kebun kecil diatas, yang paling mengena menurut saya beberapa hal di manajemen waktu dalam Islam. Diingatkan banget disana bahwa itu akan tetap 24 jam, yang membedakannya keberkahannya. Langsung ngaca deh, berapa banyak mungkin waktu yang saya habiskan sia-sia yang gada manfaatnya. Berapa banyak waktu sholat yang saya tunda-tunda. Berapa banyak saya mengeluh kekurangan waktu mengerjakan ini itu padahal saya yang kurang bersyukur dan ga mengedepankan hak hak Allah. Jleb deh.


Padahal di Islam sudah ada contoh bagaimana Rasulallah membagi waktu antara siang (beraktivitas) dan malam (istirahat). Saya malah kadang kebalikannya, malam suka begadang karena manajemen waktu siang yang belum maksimal dan sepertinya banyak dihabiskan ke hal yang kurang bermanfaat seperti terjebak tsunami informasi melalui gadget.


Di kebun kecil manajemen waktu dalam Islam juga saya temui sumber bacaan bergizi yang ditulis Kiki Barkiah. Beliau menceritakan bagaimana beliau mengoptimalkan waktu 24 jamnya bersama 5 anak-anak homeschooling. Ada beberapa prinsip yang beliau pegang agar 24 jam sehari dapat optimal.

1. Dilarang bergerak kecuali untuk hal yang bermanfaat.
2. Kerjakan lebih dari 1 pekerjaan di waktu yang sama (multitasking).
3. Terus bergerak mengerjakan pekerjaan yang paling memungkinkan untuk dikerjakan saat itu.

Beliau memberikan contoh-contoh kegiatan harian beliau menggunakan 3prinsip ini. Terkait nomor 2, menurut beliau setiap pekerjaan biasanya ada tandemannya yang bisa dikerjakan secara paralel. Seperti menyusui bayi sambil membacakan sirih Nabawi ke salah satu anak.

Soal manajemen waktu ada satu hal penting yang juga pernah disampaikan seorang Ustadz, Adi Hidayat kalo ndak salah, yaitu jangan lupa meminta ke Allah SWT di saat fajar mengenai seharian rencana manajemen waktu kita seharian kedepan. Karena Allah pemilik waktu.

Masih banyak materi menarik dan mengena banget soal manajemen waktu ini. Hal utama yang menjadi concern saya kedepan adalah memperbaiki ibadah dan lebih banyak melibatkan Allah juga dalam urusan manajemen waktu.

Leave a Reply