Merobek Kertas

Bagi saya masa bermain-main di waktu kecil adalah memori yang menyenangkan. Bermain layangan, mengumpulkan gundu/kelereng, berlari kejar-kejaran, hingga usut-usutan mencari siapa yang menang.

Siang itu saya melihat 2 bocah perempuan usia sekitar 6 tahun bermain di pojok warung dimana ibunya berjualan. Di atas tilam kecil mereka duduk asik berduaan. Dari kejauhan saya bisa melihat cukup jelas, mereka bermain melipat-lipat kertas. Hal menarik bagi saya bukan lagi apa yang mereka buat dengan lipatan-lipatan kertas tersebut, melainkan cara mereka memotong kertas yang saya rasa seukuran A4 tersebut menjadi potongan kertas yang lebih kecil lagi.

Salah satu anak mulai melipat kertas menjadi dua sama rata. Setelah memastikan kertasnya sudah rata, anak tersebut memasukkan ujung lipatan kertas miliknya ke mulut dan mengecapnya dari ujung ke ujung sehingga sepanjang lipatan kertas yang melewati mulutnya basah karena liur yang ada di mulut saat dikecap. Setelah membasahi lipatan kertas dengan liur di mulutnya, anak tersebut membuka lipatan kertas tersebut dan merobeknya dengan mudah. Liur yang membasahi lipatan kertas membuat kertas tersebut sepertinya terbelah dua dengan mudah, lurus dan rapi.

Melihat kelakuan bocah-bocah itu, saya jadi ingat, cara merobek kertas yang demikian pun juga pernah saya lakukan. Jorok?jijik?mungkin sekarang kita berpikiran demikian. Tapi coba dulu ketika kita seumuran anak tersebut, biasa-biasa saja dengan kebiasaan merobek kertas tanpa gunting tersebut bukan?! Khawatir dengan kotoran di kertas yang mungkin masuk ke tubuh dan menjadi penyakit?dulu sih nggak kepikiran ya. Tapi saya nggak yakin juga hanya karena itu lantas saya sakit.

Saya nggak ingat dari siapa saya tahu merobek kertas dengan cara seperti itu dan juga belum pernah baca sejarah ide merobek dengan cara tersebut muncul. Namun kalau dipikir kembali, rasanya kreatif sekali ide itu muncul. Meski nggak ada gunting, kita jadi masih bisa merobek kertas dengan tetap lurus dan rapi. Menggunakan cara yang praktis. Hehe. Apa cara tersebut sudah natural kepikiran oleh kita saat usia anak?hmm, bisa jadi bisa jadi.

Lambat laun semakin bertambah usia, cara kita merobek kertas pun berubah. Tidak lagi dengan cara sepraktis itu. Bukan lagi menggunakan sedikit air liur, tapi menggunakan gunting, mistar, atau alat lain yang membantu, bukan air liur!. Menggunakan cara-cara yang lebih ‘tidak jorok’ karena cara dengan menggunakan liur, nggak sopan, kotor, dan alasan lainnya. Kurang lebih seperti itu pemahaman yang kita peroleh seiring bertambahnya usia.

Tapi masihkah ada yang merobek kertas dengan cara seperti ini di usia yang bukan lagi anak-anak??

Sssst, jangan bilang siapa-siapa! Terkadang saya masih melakukannya!

Menurut saya nggak apa-apa kok melakukan kebiasaan-kebiasaan di waktu kecil sekali-kali. Selagi kita gunakan di waktu dan tempat yang tepat, it’s not a big problem! And it’s fun!

*tulisan ini bagian dari 4in1

Leave a Reply