Phobia


Phobia.
Begitu dengar kata ini saya langsung teringat dengan teman-teman yang memiliki phobia. Menurut KBBI online yang saya akses, Phobia (ternyata bahasa Indonesianya ‘Fobia’) adalah ketakutan yang berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya. 
Berikut saya ceritakan beberapa teman yang memiliki phobia. Nama saya samarkan demi privasi yang bersangkutan. Teman pertama sebut saja Wortel (karena Mawar terlalu mainstream). Seorang teman dekat sejak SMP. Perempuan yang selalu tampil feminim ini terlihat penakut. Tapi siapa sangka, doi lebih memilih ketemu Singa atau Harimau ketimbang ketemu Ular. Wow kan?!saking takutnya sama ular sampai mengaku begitu. Saya sih ogah berhadapan langsung sama ketiga hewan ini.
Saya rasa banyak sekali orang yang takut pada ular, termasuk saya. Kalau ketemu dijalan pasti bakal ngacir menghindar meski dari jarak jauh. Mungkin karena memang sudah berkembang di mindset kita, bahwa semua ular berbahaya. Kalau ga beracun ya melilit. Ditambah lagi pengaruh film Anaconda yang booming pada tahun 90an, ular pemakan manusia, predator.
Ingat juga kan pelajaran biologi di sekolah dulu? Ular menempati posisi dua teratas pada rantai makanan. Komplit sudah alasan ketakutan kita pada ular meski bukan dari pengalaman pribadi atau trauma masa lalu. Padahal ada juga yang hobi koleksi ular dirumahnya, saya kenal dengan salah satunya. Satu keluarga senang hari-hari main dengan ular. Sudah bisa ditebak bukan kalau saya takut diajak kerumahnya.
Nah, tapi ketakutan yang saya atau teman lain rasakan saya rasa sebatas wajar. Nggak takutkan kalau ularnya di kandangin? Nggak takutkan kalau hanya melihat gambar ular? Ya karena akan aman-aman aja toh.
Itu bedanya dengan si Wortel. Sodorkan saja gambar ular, minimal dia bergidik dan kabur enggan melihat gambar tersebut. Apalagi kalau melihat langsung meski ularnya dikandangin. Ketakutan yang berlebihan pada ular ini disebut ophidophobia.
Teman kedua rekan kerja saya di kantor dulu. Sebut saja Buncis, laki-laki humoris dan friendly abis. Tempat curhatnya anak sekantor. Kalau lagi ledek-ledekan dengannya habis sudah kita siap-siap kalah, stok ledekannya seolah segudang. Tapi siapa sangka, sodorkan saja gambar tumpukan kancing yang bolong tengahnya, dijamin dia kabur. Ya, dia Trypophobia, phobia pada lubang-lubang kecil yang banyak seperti sarang lebah dan kumpulan kancing baju.
Kalau keisengan saya kumat, saya sodorkan gambar kancing baju yang tengahnya berlubang hasil googling. Menang deh, kabur langsung dia. Minimal merinding langsung dan heboh tutup mata menghindar melihatnya. Duh, jahat ya saya. Soalnya dia lebih iseng sih, jadi impas deh, hehe.
Sependek yang saya tahu phobia yang dia alami karena pengalaman masa lalu. Pernah ia ceritakan tapi lupa ceritanya.
Suatu waktu di sebuah event kami bertemu dengan salah satu senior saya di kampus, seorang Hypnoteraphist. Secara tak sengaja Buncis di treatment untuk menghilangkan phobianya. Hanya beberapa menit setelahnya, ketika saya sodorkan gambar bolong2 reaksinya datar. Tak ada rasa jijik/ketakutan atau reaksi takut lain seperti biasanya. Phobianya hilang seketika. Somehow it’s works!
Menurut senior saya, ‘kesembuhan’ ini sementara karena untuk total lepas dari phobia biasanya butuh 2-3 x treatment. Terbukti, kurang lebih seminggu setelahnya rasa takutnya mulai kembali meski tak seperti sebelumnya. Meski tak kabur saat melihat gambar kancing yang biasa saya sodorkan, ia mengaku merasa mulai kembali takut saat melihatnya meski tak seperti dulu.
Demikian cerita dua teman yang memiliki phobia. Beruntungnya phobia yang mereka miliki tak sampai terlalu mengganggu kehidupan sosial dan aspek lain di hidup mereka. Karena sependek yang saya tahu diluar sana ada juga yang memiliki phobia yang terkadang menyulitkan penderitanya karena pemicunya ada disekitar hidup kita. Contohnya saja phobia pada ruang sempit, ruang terbuka/keramaian, atau bahkan phobia pada tidur.
Kalau saya pikir-pikir lagi jahat juga ya saya sebagai teman. Tahu temannya phobia terhadap sesuatu tapi terkadang iseng nakut-nakutin mereka. Waktu SMP lagi, masa iseng-isengnya ABG, sampai lemes si Wortel saat saya dan teman lain iseng nunjukin gambar ular. Padahal bagi mereka, phobia yang mereka miliki perihal serius yang bisa mengganggu kehidupan sosialnya.
Sebagai teman dari penderita phobia seharusnya kita lebih bijak memahami yang mereka alami bukan malah menjahili mereka. Meskipun tak berpengaruh signifikan, memotivasi mereka untuk tak takut pada objek/pemicu phobia jauh lebih bijak tentunya.
Nah, apakah kalian jua memikiki teman/kerabat yang memiliki phobia?
Pernah menjahili mereka? Jangan lagi ya😁
*Tulisan ini diikutsertakan dalam arisan tulisan Rumbel Menulis Ibu Profesional Batam. Thanks to mba Icha pemenang arisan atas pilihan temanya “phobia”.

10 Comments

  1. Annisa

    1 May, 2018 at 8:51 am

    Wahhh kalo bolong2 kecil saya geli juga mba
    Tapi mungkin ga sampe phobia kali yaa..hehe

  2. desyoktafia

    2 May, 2018 at 10:59 am

    Nah, kalau mba lilies phobia apa ?
    wkwkkw

    buncis dan wortel ya.
    namanya unik.

    1. Lilies Her

      7 May, 2018 at 11:41 am

      Alhamdulillah gada yg sampai phobia buk

      Iya buk, buncis & wortel. Enak 🙂

  3. Putri pamelia

    2 May, 2018 at 3:00 pm

    Hehehhe, seru yak mbk klo jahilin orang phobia.. padahal klo kita yg dijahilin dongkol jugaakkk

    1. Lilies Her

      7 May, 2018 at 11:41 am

      Hehe, begitulah mba😉

  4. moniquefirstyrp

    4 May, 2018 at 1:16 am

    Jadi apa tips ampuh dari hypnoterapisnya mba buat lepas dari phobia gitu? Adik sy pun phobia tokek sampai sekarang kalau ketemu tokek langsung jejeritan n lari

    1. Lilies Her

      7 May, 2018 at 11:45 am

      Waktu itu doi di hipnosis langsung mba,jd gada saran/tips langsung…

      Mungkin kalo buat ngobatin diri sendiri pakenya self hypnosis gitu…jd perlu belajar secara khusus dulu

  5. Alumi Ulum

    6 May, 2018 at 9:47 pm

    mbak jadi sekarang apa kabarnya sama wortel dan buncis itu……

    dari sekian kata2 ….wkwkwkwk… saya terkesan sama wortel dan buncisssss

    1. viditampi

      8 May, 2018 at 5:14 pm

      Jgn2 skrg buncis sm wortelnya udh jd sop🤣

  6. Lilies Her

    7 May, 2018 at 11:47 am

    Dua-duanya masih phobia mba….
    Bedanya dulu dan sekarang,skrg sy uda ga isengin mereka lg hehe

Leave a Reply

%d bloggers like this: