Sandiwara Langit 2

Sekitar dua minggu yang lalu Mama saya  menawarkan saya novel dari rak lemari buku dirumah. Akhirnya dua hari lalu selesai dibaca setelah nyicil selama dua minggu nggak kelar-kelar, kebetulan sambil nyambi buku lain, jadi deh hanya beberapa lembar saja setiap hari bacanya. Setelah buku ini selesai dibaca, saya baru yakin, bahwa buku ini pernah saya baca lebih dari 5 tahun yang lalu ternyata. Tapi ketika membacanya lagi kali ini entah mengapa seolah seperti benar-benar membaca untuk pertama kalinya, bahkan lebih enjoy dan nasehat-nasehat didalamnya lebih melekat dihati.

Buku ini adalah buku seri sandiwara langit 2 “Meniti di Atas Kabut”. Buku pertamanya, sandiwara langit 1 berisi kisah-kisah penuh nasehat dan hikmat bernuansa islam yang juga sama mengenanya di hati saya.

 

Hikmah dari kehidupan Abbas

Buku ini bercerita mengenai Abbas, pemuda di salah satu sudut Kota Jakarta yang berasal dari keluarga pengusaha.  Kehidupan masa kecilnya dihabiskan di daerah yang ‘memaksanya’ dekat dengan hingar bingar kenakalan anak remaja khas di kampungnya. Berawal dari keinginan sendiri ia beranjak mencari ilmu agama di sekitar kampungnya. Mencari guru-guru mengaji dan mencoba aktif di mesjid. Tinggal di wilayah dimana remaja-remaja seusianya berlomba-lomba berbuat ‘ulah’, membuat ia seolah ditarik dua magnet yang berbeda. Yang satu menariknya untuk ikut mencari kesenangan sesaat, sementara di sisi lainnya menariknya untuk terus haus ilmu agama.

Beruntungnya, ia bertemu teman sebayanya yang suatu saat sedang berlibur dari pesantren di sebuah pengajian rutin yang biasa ia hadiri. Teman yang jauh berbeda dari dulu ketika belum menjadi santri. Temannya lah tempat ia mendapat jawaban yang mudah dipahami dan mengena mengenai kehidupan dipandang dari syariat. Temannya juga yang  membuatnya termotivasi untuk terus mencari ilmu agama dan menjadi lebih baik setiap harinya.

Ketika dewasa, di sela aktivitas berdagang mengikuti jejak ayahnya dan mengisi pengajian kecil di dekat tempat tinggalnya, Allah memberinya rezeki seorang istri yang menemaninya menghadapi berbagai ujian kehidupan. Baik itu ujian ketika memperoleh kesenangan dan ujian ketika dihampiri kesedihan.

“Kisah nyata penggugah iman”, begitulah kalimat singkat menggugah yang ada di cover novel ini.  Sama seperti berjuta buku lain diluar sana, buku ini pun juga menyampaikan banyak hikmah dan nasehat bagi pembaca. Terlebih buku ini dibuat berdasarkan kisah nyata anak manusia. Baik itu ujian ketika memperoleh kesenangan dan ujian ketika dihampiri kesedihan. Pengalaman demi pengalaman Abbas di novel ini terselip hikmah penjelasan yang mudah dipahami, penjelasannya pun berdasarkan dalil Alqur’an dan hadist.

Buku ini adalah salah satu buku yang berhasil menguras airmata saya. Bukan hanya saya namun juga menguras airmata orangtua saya yang lebih dulu membacanya.

“…Toh setiap kita bisa saja dijemput kematian dengan cara dan pada waktu yang tak pernah kita duga-duga. Sebelum mati, kenapa kita tak segera memutuskan untuk mengubah jalan hidup kita, ke arah yang sebaik-baiknya..?” (hal. 229)

 

Keterangan lain buku

Judul              : Sandiwara Langit 2 “Meniti di Atas Kabut”

Penulis          : Abu Umar Basyier

Halaman        : 276 halaman

Cetakan pertama     : Juni 2010

Penerbit         : Shafa Publika, Malang

Leave a Reply