Sandiwara Langit

Buku ini cukup berkesan karena yang merekomendasikannya Papa dan Mama saya. Saya ingat betul, ketika pulang kerumah saat libur kuliah, kami duduk bersama ngobrol. Salah satu topiknya adalah buku ini, Sandiwara langit. Keduanya tampak berkaca-kaca matanya saat menceritakan isi buku ini. Sedikit genangan air mata akhirnya merembes di sudut mata papa dan Mama. Hal yang langka sekali saya saksikan. Terlebih Papa. Jackpot sekali kalau melihat beliau demikian. Momen itu yang akhirnya membuat saya penasaran sekali membaca langsung novel ini.


Setelah saya membaca sendiri buku ini sampai selesai, saya mengerti mengapa Mama dan Papa sedemikian sedihnya membaca buku ini. Saya merasakannya juga. Bahkan lebih ekstrim. Setelah menangis membaca salah satu bagian dalam buku ini, hidung saya mampet selama satu jam karena pilek habis menangis. Kini sudah tiga kali saya selesai membaca buku ini. Ketiga-tiganya selalu berhasil membuat saya menangis. 


Teman-teman yang mengenal saya cukup dekat mungkin jadi bertanya-tanya, bukunya cerita tentang apa sih sampai membuat seorang Lilies menangis. Huhu. Rambo juga bakal nangis saya rasa kalau membaca dan meresapi cerita yang ada di buku ini. Terlebih kisah buku ini kisah anak manusia di belahan bumi Allah yang benar-benar terjadi.


Buku ini bercerita tentang anak muda bernama Rizqaan. Pemuda yang memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu agama. Rizqaan muda akhirnya menikah dengan seorang perempuan yang diharapkannya. Namun dengan syarat perjanjian pernikahan yang tidak lazim. Ayah calon istrinya mengijinkan Rizqaan menikahi anaknya dengan syarat jika dalam 10 tahun Rizqaan tidak bisa membuat istrinya hidup dengan layak dan berkecukupan, Rizqaan harus menceraikan istrinya. 


Dibuku ini diceritakan perjalanan Rizqaan pemuda yang tidak punya apa-apa berjuang memberikan kehidupan untuk keluarganya. Namun ia sadar betul bahwa perjuangannya di dunia semata-mata untuk bekalnya di akhirat. 


Halimah, istri Rizqaan, wanita lembut yang teguh pendiriannya. Sepanjang membaca buku ini wanita ini menjadi idola saya. Rasanya sudah terpatri di hatinya jika ridho Allah ada pada ridho suaminya. Halimah ini benar-benar strong pendiriannya. Bayangkan, ditengah keluarganya saja ia banyak berbeda pandangan dan prinsip. Tapi dengan itu semua ia tetap menghormati dan beradab baik pada orangtua dan saudaranya. 
Semakin bertambah usia pernikahan mereka semakin bertambah pula rasa kasih dan sayang diantara keduanya.

Meski perjalanan mereka tak mulus-mulus saja, akhirnya mereka sampai di tahun ke sepuluh pernikahan. Apapun yang terjadi di tahun tersebut, pahit dan manis, ternyata diterima keduanya dengan ikhlas dan penuh penghambaan pada Allah. 


Banyak hikmah di buku ini. Diperkuat denganFirman Allah dan sabda Rasulullah yang menyejukkan. Gaya bercerita penulis sungguh membuai hati dan pikiran saya. Menurut saya buku ini cocok dibaca siapa saja. Insyaallah buku ini menginspirasi kita untuk menegakkan nilai-nilai Islam di setiap lini kehidupan kita. 


Judul : Sandiwara langit.  

Penulis : Abu Umar BasyierJumlah halaman : 212 hlm.Penerbit : Shofa Media Publika (2008)

Leave a Reply