Yang sudah pasti

Ayah : kamu nanti maunya jadi apa?
Anak : Jadi arsitek….
Ayah : uda pasti?
Anak : ya aku akan berusaha
Ayah : uda pasti jadi?
Anak : ya belum, insyaallah bisa, aku akan belajar,
Ayah : aamiin, memang belum pasti, tapi insyaallah bisa…lalu apa yang sudah pasti sekarang?
Anak : hmmm….apa ya?
Ayah : Kematian
Anak : …. TT
Ayah : maka jangan lupa persiapkanlah yang sudah pasti nak, bekal kita nanti kelak di akhirat,
insyallah keinginanmu menjadi arsitek lebih mudah dan berkah kau raih…

———

Percakapan diatas sebenarnya hanya percakapan imajiner saya. Tidak sepenuhnya memang, karena pesan didalamnya berdasarkan percakapan nyata yang saya dengar langsung. Percakapan yang menampar-nampar saya pada saat itu. Percakapan yang melahirkan pertanyaan di benak saya, sudah punya bekal apa jika malaikat maut mencabut nyawamu?

Ya. Saya tertampar.
Sedikit tidaknya saya mengambil hikmah dari percakapan diatas. Nasehat dan pengingat dari orangtua
untuk anaknya. Sebagian besar kita sibuk mencari bekal dunia. uang sebanyak-banyaknya dan ilmu
dunia setinggi-tingginya. Padahal, dunia hanya sementara. Lantas bekal untuk akhirat?
Nggak ada yang salah dengan mencari ilmu setinggi-tingginya dan uang yang banyak. Tapi ilmu dunia
dan uang yang dicari tanpa ilmu agama apakah berkah?

Leave a Reply