Your First Kick!

Hai, nak!

Maret 2017 lalu Allah satukan kami, Abi dan Umi-mu, dalam pernikahan indah. Sebulan setelahnya Allah hadiahkan kamu yang bertumbuh di dalam rahim Umi. Allah maha baik, nak! Hari-hari kami semakin berwarna dan membahagiakan. Amat membahagiakan dengan ditambahnya kehadiran kamu di perut Umi.

Abi dan Umi, sebagai calon orangtua baru amat bersemangat untuk menyiapkan diri untuk kamu, nak. Umi semakin getol cari tahu dan tanya sana sini mengenai kehamilan dan bayi. Begitu juga Abimu, beliau bukan orang yang senang membaca buku, tapi demi kamu, di malam-malam tertentu beliau duduk anteng membaca buku mengenai persiapan merawatmu kelak dan rela tidur lebih malam untuk membaca mengenai kehamilan bareng Umi.

Di bulan ke 5 kehamilan Umi dan Abi nggak sabar merasakan gerakanmu di perut Umi. Katanya, di usia 15-20 minggu kehamilan, Umi bisa merasakan gerakanmu karena kamu semakin tumbuh besar.

Akhirnya saat itu tiba. Sore itu tepat di usia kehamilan 19 minggu Umi berkunjung ke rumah mama nini (nenek). Umi seperti biasa mengelus-elus perut sambil duduk santai. Tiba-tiba Umi merasakan kedutan kecil tepat di jari tangan Umi yang mengelus bagian perut bawah Umi. “dut” kecil yang membuat Umi lompat dari duduk dan berlari ke dapur tempat mama nini berada. Umi langsung memastikan ke mama nini apa gerakan kedutan ini berasal dari kamu.

“Insyaallah itu baby nya berarti, mama dulu juga gitu” jawaban mama nini langsung membuat kebahagiaan Umi bertambah. Serasa kepingin lompat jingkrak-jingkrak saking senangnya. Alhamdulillah…alhamdulillah….

Di kamar, Umi langsung ajak kamu ngobrol lagi, “wah, uda bisa nendang yaa sayang….” dan langsung kamu jawab dengan kedutan kedua tepat di jari Umi mengelus perut. Aaah, senengnya…. nggak berasa bulir-bulir airmata turun dari sudut mata Umi. Langsung kepingin nelpon Abi kamu yang masih dalam perjalanan pulang dari kantor dan cerita ke beliau tentang kamu.

Malamnya, sepulangnya dari rumah mama nini, Abi kamu udah ready ngelus-ngelus perut Umi untuk merasakan gerakanmu. Cukup lama beliau menunggu sambil ngajak ngobrol kamu. Ba’da isya, Abi kekeuh nyoba lagi, ngajak ngobrol kamu sambil ngelus-ngelus perut Umi, berharap kamu nendang Abi saat itu.

dut” kecil akhirnya muncul dari perut Umi. Yess nak, itu kamu. Kamu yang nendang tangan Abi yang sedari tadi menunggumu. Seketika, wajah Abi mu excited, takbir keluar dari mulutnya yang senyum campur tertawa, dan bersiap mau loncat bahagia setelah kamu merespon dengan tendanganmu dari dalam perut Umi. Mata Abi malam itu sungguh berbinar-binar. Seketika kami larut dalam kebahagiaan yang besar. Bahagia merasakan your first kick hari itu, nak.

Doa kami, semoga kamu tumbuh menjadi shalih, sehat, dan cerdas, nak. Yang menjadi kebanggaan Abi dan Umi di hadapan Allah kelak, nak.

 

Salam cinta,

Abi dan Umi

Three of us, love!

Tulisan ini diikutsertakan dalam arisan ketiga Rumbel Menulis IIP Batam. Terimakasih mbak Juli Yastuti (Uminya Aal dan Maryam) yang menentukan tema “Ungkapan Hati untuk Sang Buah Hati” pada putaran ketiga arisan.

#arisantulisan #rumbelmenulis #IIPBatam #hamil #pregnancy

Leave a Reply

%d bloggers like this: